Selasa, 02 Juli 2019

RPP Mapel IPA Kelas 7 Objek IPA dan Pengamatannya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )

Satuan Pendidikan   :    ......................................................
Kelas / Semester        :    VII / 1
Mata Pelajaran         :    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pokok            :    Objek IPA dan Pengukuran
Sub Materi Pokok    :    Objek Ilmu Pengetahuan Alam
-   Penyelidikan IPA
-   Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan
Alokasi Waktu          :    .......... x 40 Menit

a.   Kompetensi Inti (KI)
KI-3 :  Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 :  Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.   Kompetensi Dasar  (KD) & INDIKATOR
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.   Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran yang ada pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar, serta pentingnya penggunaan satuan standar (baku) dalam pengukuran.
3.1.1. Menjelaskan 3 keterampilan proses penyelidikan IPA
3.1.2. Menjelaskan kegunaan mempelajari IPA
3.1.3. Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA
3.1.4. Menjelaskan pengertian pengukuran
3.1.5. Menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
3.1.6. Membandingkan satuan baku dan tidak baku
3.1.7. Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran
3.1.8. Mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional)
3.1.9. Menjelaskan pengertian besaran pokok
3.1.10.            Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya
3.1.11.            Menjelaskan pengertian besaran turunan
3.1.12.            Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya
4.1.   Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku.
4.1.1.  Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil
4.1.2. Melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku
4.1.3. Melakukan pengukuran besaran- besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan  sehari-hari
4.1.4. Melakukan pengukuran besaran- besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari

C.   TUJUAN PEMBELAJARAN
·         Peserta Didik dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses/metode ilmiah penyelidikan IPA (pengamatan, inferensi, dan komunikasi) berdasarkan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan.
·         Peserta Didik dapat menjelaskan kegunaan mempelajari IPA.
·         Peserta Didik dapat menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA.
·         Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian pengukuran.
·         Peserta Didik dapat menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
·         Peserta Didik dapat membandingkan satuan baku dan tidak baku.
·         Peserta Didik dapat memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran.
·         Peserta Didik dapat mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional).
·         Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian besaran pokok.
·         Peserta Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya.
·         Peserta Didik dapat menjelaskan pengertian besaran turunan.
·         Peserta Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya.
·         Peserta Didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi,dan mengomunikasikan hasil melalui kegiatan “Mengamati Temanmu” dan “Kerja dalam IPA”.
·         Peserta Didik melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku.
·         Peserta Didik melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
·         Peserta Didik dapat melakukan pengukuran besaran-besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

D.   PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan dan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah:
·       Metode         :    Saintifik (Scientific)
·       Model           :    Discovery Learning, Problem Based Learning 

E.   Media, Alat dan Sumber Belajar
1.    Media / Alat Pembelajaran
-        Komputer, LCD, Lingkungan
2.    Sumber Belajar
-        Buku Guru dan Buku Siswa ’Ilmu Pengetahuan Alam’, Cetakan Ke-3, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
-        Buku referensi lain yang relevan
-        Internet

F.    Materi PEMBELAJARAN
Pembelajaran   dan   penilaian   topik   Objek   IPA   dan   Pengamatannya memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 6 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yakni masing-masing 3 dan 2 JP. Pengorganisasian 6 TM tersebut adalah sebagai berikut.
TM Ke-
Materi
JP
1.
Penyelidikan IPA
-     Metode Ilmiah dalam Penyelidikan IPA
-     Kegunaan Mempelajari IPA
-     Objek yang Dipelajari dalam IPA
3
2.
Pengukuran
-     Pengertian  Pengukuran
-     Besaran dan Bukan Besaran
-     Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku
2
3.
-     Pengukuran dengan Satuan Tidak Baku
-     Kegunaan Satuan Baku dalam Pengukuran
-     Konversi Satuan dalam SI
3
4.
Besaran Pokok
-     Pengertian  Besaran Pokok
-     Macam-Macam Besaran Pokok Beserta Satuannya
-     Pengukuran Besaran Pokok dengan Alat Ukur
2
5.
Besaran Turunan
-     Pengertian  Besaran Turunan
-     Macam-Macam Besaran Turunan Beserta Satuannya
-     Pengukuran Besaran Turunan
3
6.
Ulangan Harian
1
7.
Pengayaan dan Remedial
1

G.   LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan KE-1 (3 JP)
Penyelidikan IPA
a.    Materi untuk Guru
Metode Ilmiah dalam Penyelidikan IPA, meliputi pengamatan, menginferensi, dan mengomunikasikan. Pengamatan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan pancaindra dan/atau alat ukur yang sesuai. Kegiatan inferensi meliputi merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan, untuk menemukan pola, hubungan, serta membuat prediksi. Hasil dan temuan dikomunikasikan kepada teman sejawat, baik lisan maupun tulisan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan.
Kegunaan mempelajari IPA di antaranya adalah memahami berbagai hal di sekitar kita, menyelesaikan masalah, berpikir logis dan kritis, serta meningkatkan kualitas hidup. Adapun objek IPA adalah seluruh benda yang ada di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola keteraturannya.

b.    Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
1.
Untuk memotivasi peserta didik, dapat ditampilkan berbagai macam objek IPA, seperti kekayaan alam berupa keaneragaman flora dan fauna serta berbagai produk IPA, seperti jagung hibrida, rekayasa genetika, komputer, HP, dan berbagai hasil dari kecanggihan teknologi yang dapat disajikan melalui video singkat.
2.
·       Perwakilan dari Peserta Didik diminta maju ke depan kelas dan melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri yang tampak seperti tinggi badan, warna rambut, warna kulit sesuai kegiatan “Mengamati Temanmu” pada buku siswa kemudian menginterpretasikan dan mengomunikasikannya.
·       Di sini guru membimbing Peserta Didik serta mengingatkan Peserta Didik untuk menghindari tafsiran yang dapat mempengaruhi hasil pengamatan.
Misalnya adalah sebagai berikut.
Pengamatan  :  Andi berambut hitam ikal, berkulit putih, hidung mancung, bibir tipis.
Penafsiran     :  Andi sombong dan tidak berhati lembut.
Inti
1.
Peserta Didik diminta melakukan kegiatan kedua, yaitu “Kerja dalam IPA”. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melatih Peserta Didik dalam membuat prediksi dan menguji prediksi.
2.
Guru menjelaskan langkah-langkah  metode ilmiah yang harus digunakan pada setiap penyelidikan IPA, yaitu pengamatan, membuat inferensi, dan mengomunikasikan.
3.
Bersama Peserta Didik, guru menyebutkan berbagai objek IPA serta kegunaan mempelajari IPA dalam kehidupan.
4.
Guru menjelaskan lebih lanjut tentang berbagai contoh peneliti IPA yang menggunakan langkah-langkah  penyelidikan IPA atau metode ilmiah, sehingga menemukan suatu ide atau penemuan baru yang berguna bagi kehidupan  manusia.
Penutup
1.
Guru melakukan review bersama Peserta Didik berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pada kesempatan ini dapat dilakukan kegiatan tanya jawab.
2.
Guru menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan kelompok Penyelidikan IPA yang berkaitan dengan masalah di sekitar mereka. Selanjutnya, guru menugaskan pada Peserta Didik langkah-langkah  apa yang harus diperhatikan dalam penyelidikan IPA.

Pertemuan KE-2 & 3 (2 JP dan 3 JP)
Pengukuran
a.    Materi untuk Guru
Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan. Pengukuran merupakan  proses  membandingkan  besaran  dengan  besaran  lain yang sejenis sebagai satuan. Segala sesuatu yang dapat diukur adalah besaran, seperti massa, suhu, dan tinggi badan. Adapun hal yang tidak dapat diukur adalah bukan besaran. Contoh kasih sayang orangtua terhadap anak.
Hasil pengukuran berupa nilai (angka) dan satuan. Satuan adalah sesuatu yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran. Satuan terdiri atas satuan yang tidak terstandar (tidak baku), dan satuan baku. Satuan tidak baku misalnya jengkal (dari jarak ujung ibu jari sampai dengan jari kelingking), dan depa (jarak ujung telunjuk tangan kiri sampai dengan telunjuk tangan kanan ketika tangan direntangkan ke samping kiri dan kanan). Contoh satuan baku (standar), dalam Sistem Internasional, misalnya meter, sekon, yang menggunakan kelipatan 10 (metrik).
Pemakaian satuan dalam penyelesaian suatu persoalan  terkadang menjadi masalah. Hal ini dikarenakan perbedaan satuan yang digunakan untuk menafsirkan suatu besaran. Untuk  mengatasi  hal tersebut, guru dan Peserta Didik memerlukan suatu tahapan konversi untuk mengubah suatu satuan ke satuan lain. Di dalam pengkonversian suatu  satuan,  diperlukan  suatu  faktor  konversi  yang  terdiri atas bilangan dan penyebut yang masing-masing memiliki satuan yang berbeda, tetapi memiliki besar  yang  sama. Dengan demikian, faktor konversi ini bernilai satu.
Contoh:
Ubahlah satuannya, dari 45  yard ke dalam satuan meter.
1 yard = 0,9144 meter
= (45 yard ) x 0,9144 meter/1 yard
= 41,1 meter


Tabel 1.1 Faktor Konversi Besaran Panjang, Massa, dan Waktu
Panjang
Waktu
Massa
1 in = 2,54 cm
1 yd = 0,9144 m
1 km = 103m
1Å   = 10-10 m
1 slug = 14,59 kg
1 amu = 1,66 x 10-27 kg
1 ton = 1000 kg
1 g     = 10-3 kg
1 jam = 3600 s
1 hari  = 86200 s
1 tahun = 3,16 x 107 s

Dalam melakukan pengukuran, seringkali akan berhadapan dengan bilangan yang sangat besar (misalnya,  radius  rata-rata  Matahari =
696.000.000 m) atau bilangan yang  sangat  kecil  (misalnya, radius atom hidrogen = 0,000 000 000 053 m),  sehingga kita mengalami kesulitan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut disusunlah bilangan secara ilmiah   yang   disebut   notasi   ilmiah.   Dalam   notasi   ilmiah dapat dituliskan bilangan sebagai hasil kali bilangan  a ( 1 < a < 10) dengan bilangan 10 berpangkat yang disebut orde.
Contoh: 140.000 = 1,4 x 105 dan  0,0037 = 3,7 x 10-3

Tabel 1.2 Awalan dan Simbol Bilangan 10 Berpangkat
Panjang
10 Berpangkat
Awalan
Simbol
0,000 000 000 001
0,000 000 001
0,000 001
0,001
0,01
0,1
1
10
100
1000
1000 000
1000 000 000
1000 000 000 000
10-12
10-9
10-6
10-3
10-2
10-1
100
101
102
103
106
109
1012
Piko
Nano
Mikro
Mili
Senti
Desi
-
Deka
Hekto
Kilo
Mega
Giga
Tera
p
n
μ
mm
c
d
-
da
h
k
M
G
T

b.    Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan

Peserta Didik diminta melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada buku siswa, yaitu mengukur benda-benda di sekitarnya dengan menggunakan satuan tidak baku. Misal, Peserta Didik mengukur panjang bangku dengan jengkal tangan  dan membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain.
Inti
1.
Guru meminta Peserta Didik melakukan pengukuran ulang terhadap benda tersebut, namun dengan menggunakan satuan baku, misal meter dengan menggunakan penggaris. Peserta Didik membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain.
2.
Setelah melakukan pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, guru menyimpulkan betapa pentingnya satuan baku dalam pengukuran, yaitu hasil pengukuran yang diperoleh sama antara Peserta Didik satu dengan yang lainnya.
3.
Guru menjelaskan pengertian dari mengukur, besaran, dan satuan. Guru membandingkan contoh benda atau hal lain yang dapat diukur (besaran) dan hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran). Besaran yang dapat diukur seperti panjang meja, dan jarak loncatan. Besaran yang tidak dapat diukur yakni kasih sayang orangtua kepada anaknya.
4.
Guru meminta Peserta Didik menyebutkan contoh benda yang ada di sekitar kita disertai dengan hal-hal pada benda tersebut yang dapat diukur dan tidak dapat diukur.
5.
Guru menjelaskan lebih lanjut terkait satuan baku dalam Sistem Internasional kemudian Peserta Didik mencoba mengonversi satuan baku dalam SI dari kegiatan “Bandingkanlah” pada besaran dan satuan mikroorganisme dan benda langit.
Penutup
1.
Guru melakukan review bersama Peserta Didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di buku siswa pada “Ayo Kita Amati”.
2.
Guru menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan “Ayo Kita
Lakukan” untuk tugas kelompok dan “Penerapan” untuk tugas individu.

Pertemuan KE-4 (2 JP)
Besaran Pokok
a.    Materi untuk Guru
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah   ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada satuan-satuan besaran lain. Dalam Sistem Internasional, ada 7 besaran pokok, yaitu sebagai berikut.
Tabel 1.3 Besaran Pokok dalam Sistem Internasional (SI)
Besaran
Lambang
Satuan
Lambang Satuan
Panjang
Massa
Waktu
Kuat arus listrik
Suhu
Jumlah zat
 Intensitas cahaya
L
M
T
I
T
N
I
Meter
Kilogram
Sekon
Ampere
Kelvin
Mol
Candela
m
kg
s
A
K
mol
cd

Berikut   ini   akan   diuraikan   definisi   satuan   standar   untuk 3 besaran pokok, yaitu meter untuk besaran panjang, kilogram untuk besaran massa, dan sekon  untuk  besaran waktu.
1)  Meter Standar
Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam selang waktu 1 sekon. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang adalah meteran, penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup.
2)  Kegiatan Pembelajaran
Satu kilogram adalah massa silinder campuran Platina-Iridium yang disimpan di International Bureau of Weight and Measuresdi kota  Sevres  dekat  Paris,  Perancis. Massa standar satu kilogram dipilih sedemikian rupa sehingga sama dengan massa 1 liter air murni pada suhu 4° C. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda padat adalah neraca dua lengan atau neraca tiga lengan.
3)  Sekon Standar
Satuan waktu standar ditetapkan berdasarkan jam atom Cesium. Satu  sekon  didefinisikan  sebagai  waktu  yang  diperlukan  oleh atom Cesium-133 (Cs-133) untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Alat ukur yang digunakan untuk menghitung waktu adalah stopwatch dan jam tangan.

b.    Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan

Untuk memotivasi Peserta Didik, guru mendiskusikan hasil kegiatan kelompok pertemuan kemarin yaitu “Mengamati Penggunaan Alat Ukur”. Guru mengajak Peserta Didik untuk menyimpulkan bahwa alat ukur yang diidentifikasi Peserta Didik sebagian besar mengukur
besaran panjang, massa, dan waktu yang merupakan  besaran pokok.
Inti
1.
Guru melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menaksir dan mengukur panjang benda.
Misal, guru meminta semua Peserta Didik menaksir panjang meja guru, kemudian perwakilan Peserta Didik diminta mengukur dengan menggunakan mistar. Penggunaan mistar untuk pengukuran panjang haruslah benar. Setelah itu, guru membandingkan hasil taksiran
Peserta Didik satu dengan lainnya yang mendekati  hasil pengukuran.
2.
Guru menjelaskan besaran panjang lebih lanjut beserta satuan yang digunakan dalam SI serta penggunaan alat ukur lain. Seperti jangka sorong dan mikrometer sekrup. Di sini guru dapat pula memodelkan penggunaan dan cara pembacaan jangka sorong dan mikrometer sekrup.
3.
Guru menjelaskan besaran massa beserta satuan dasar (kg) serta penggunaan alat ukur neraca lengan untuk menimbang massa benda serta neraca pegas untuk menimbang beban. Setelah dimodelkan oleh guru, Peserta Didik mencoba sesuai kegiatan “Ayo Kita Lakukan” secara berkelompok.
4.
Peserta Didik diminta mendiskusikan “Tantangan” dengan teman sekelompoknya, kemudian guru mengklarifikasikan.
5.
Guru melanjutkan penjelasan  tentang besaran waktu, satuan dasar serta alat ukur stopwatch yang digunakan.
Penutup

Guru melakukan review bersama Peserta Didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di buku siswa pada “Ayo Kita Latihan”

Pertemuan KE-5 (3 JP)
Besaran Turunan
a.    Materi untuk Guru
Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok, seperti luas, volume, konsentrasi, dan laju. Luas diturunkan dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Volume diturunkan dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Konsentrasi larutan diturunkan dari satu besaran mol dan tiga besaran panjang. Laju diturunkan dari satu besaran panjang dan satu besaran waktu. Tidak hanya dalam bidang fisika, besaran turunan dapat ditemukan pada masalah kimia, seperti konsentrasi gula. Begitu pula dengan masalah biologi, seperti laju pertumbuhan tanaman, laju respirasi (penggunaan oksigen), dan lain-lain. Masing-masing besaran turunan dapat dilihat pada Tabel 1.4 berikut.
Tabel 1.4 Contoh-Contoh Besaran Turunan
Besaran
Lambang
Satuan
Lambang Satuan
Luas Volume Kecepatan Percepatan
Konsentrasi
A V v a
M
Meter persegi Meter kubik Meter per sekon
Meter per sekon kuadrat
Molaritas
m2 m3 m/s m/s2
m=mol/m3

Dari tabel 1.4 di atas, dapat diketahui bahwa besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok. Jika dijabarkan adalah sebagai berikut.
1) Luas             = Panjang x panjang      = panjang x lebar
2) Volume        = Panjang x panjang x panjang = panjang x lebar x tinggi
3) Kecepatan  = Panjang : waktu
4) Percepatan = (Panjang : waktu) : waktu = Kecepatan : waktu
5) Konsentrasi = mol : (panjang x panjang x panjang) = mol : volume

b.    Kegiatan Pembelajaran
No
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan

Untuk menarik perhatian Peserta Didik, guru menunjukkan  selembar kertas, kemudian menanyakan  kepada Peserta Didik bagaimana cara mengukur luasnya. Guru menunjukkan  kembali video motor balap dan menanyakan  bagaimana cara mengukur kelajuannya. Guru membawa Peserta Didik masuk ke dalam topik bahasan  besaran turunan yang berasal dari besaran pokok.
Inti
1.
Guru menjelaskan cara mengukur luas benda yang teratur, yaitu pengalian panjang dan lebar, kemudian menunjukkan  bahwa besaran panjang dan lebar merupakan  besaran pokok yang
memiliki satuan meter dan meter. Jadi, satuan luas benda adalah m2. Di sini, guru menekankan konsep bahwa besaran turunan berasal dari besaran pokok di mana hal ini mempengaruhi satuan yang digunakan.
2.
Guru menunjukkan  sehelai daun, kemudian meminta Peserta Didik melakukan kegiatan pengukuran luas benda yang tidak teratur tersebut pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan”.
3.
Guru menjelaskan besaran turunan volume yang diperoleh dari besaran pokok panjang, lebar, dan tinggi serta asal-usul satuan yang digunakan. Guru membandingkan pengukuran dan satuan volume benda padat dan benda cair.
4.
Guru meminta Peserta Didik menyelesaikan masalah kehidupan  sehari- hari pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menentukan cara termurah membeli minuman.
5.
Guru memberikan contoh sederhana berkaitan dengan konsentrasi larutan, seperti penambahan gula sesuai selera pada minuman yang kita buat. Di sini, guru membawa Peserta Didik menemukan persamaan penentuan konsentrasi larutan yang berasal dari besaran pokok (massa zat terlarut dibagi volume pelarut).
6.
Guru menjelaskan cara perhitungan laju pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari besaran pokok (panjang dan waktu) serta satuan yang digunakan.
Penutup

Guru bersama Peserta Didik melakukan review berkaitan dengan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada akhir bab. Review dapat dilakukan dengan kuis singkat atau tanya jawab.

Pertemuan KE- 6 Ulangan Harian (1 JP)
Pertemuan KE- 7 Pengayaan dan Remedial (1 JP)

H.   PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1.    Jenis /teknik penilaian adalah tes tulis, penugasan, pengamatan sikap, penilaian diri, penilaian antarteman, serta unjuk kerja dan produk.
2.    Bentuk instrumen adalah lembar tes tertulis berbentuk esai yang tertera pada buku siswa dan lembar pengamatan untuk sikap dan keterampilan seperti tertera pada buku guru bagian penilaian.
No
KD
Indikator Esensial
Teknik
1.
KD pada KI 1

Observasi perilaku/ penilaian diri/ penilaian
antar teman.
2.
KD pada KI 2

Observasi perilaku/ penilaian diri/ penilaian
antarteman.
3.
KD Pada KI 3
Menjelaskan 3 keterampilan proses penyelidikan IPA.
Tes tulis, penugasan.
Menjelaskan kegunaan mempelajari IPA.
Menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA.
Menjelaskan pengertian pengukuran.
Menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
Membandingkan satuan baku dan tidak baku.
Memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran.
Mengkonversi satuan dalam SI.
Menjelaskan pengertian besaran pokok.
Menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya.
Menjelaskan pengertian besaran turunan.
Menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya.
4
KD pada KI 4
Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil.
Penilaian Produk


Melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku.
Penilaian Unjuk
Kerja


Melakukan pengukuran besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan  sehari-hari.
Penilaian Unjuk
Kerja


Melakukan pengukuran besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan  sehari- hari.
Penilaian Unjuk
Kerja

I.     PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Pada akhir bab Peserta Didik diberi tes. Hasil tes dianalisis untuk mengetahui ketercapaian KKM, serta mengidentifikasi indikator-indikator mana yang belum dicapai Peserta Didik atau materi-materi yang belum dikuasai  oleh  Peserta  Didik.  Bagi  Peserta  Didik  yang  sudah  memenuhi KKM namun masih belum memasuki bab berikutnya, maka diberi program pengayaan, misalnya melalui program pemberian tugas yang lebih menantang (challenge). Pengayaan pada materi ini dapat berupa kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada Peserta Didik. Sajian   yang   dimaksud   berupa   materi-materi   yang   “melebihi”   materi, yang secara reguler tidak tercakup dalam kurikulum. Atau dapat berupa keterampilan proses yang diperlukan oleh Peserta Didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri atau pemecahan masalah. Materi ini diberikan kepada Peserta Didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/penelitian ilmiah.
Dalam materi ini, Peserta Didik dapat diberikan tugas projek yang mengorientasikan kepada masalah, seperti Tugas Projek (bagian akhir Uji Kompetensi Bab I Buku siswa). Pilihlah suatu benda di sekitarmu sebagai objek pengamatan. Kemudian, amati benda tersebut dengan perkiraan indramu. Lakukan pengukuran sebanyak-banyaknya terhadap benda tersebut agar dapat kamu deskripsikan secara rinci. Buat laporan tertulis tentang deskripsi objek tersebut. Lakukan analisis, adakah besaran pada benda itu yang belum dapat diamati atau diukur. Kemukakan ide kamu, bagaimana cara mengamati atau mengukurnya.
Secara berkelompok, Peserta Didik melakukan tugas projek sampai menyajikan hasil laporannya (tugas ini dapat diselesaikan dalam waktu 3
JP di kelas). Guru membimbing kapan tugas selesai serta bagaimana bentuk umum laporannya. Guru memberi kesempatan kelompok Peserta Didik untuk menyajikan (menunjukkan/memamerkan) hasilnya kepada kelompok lain. Kemudian, guru melakukan refleksi terhadap cara pemecahan masalah yang dilakukan Peserta Didik. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari Peserta Didik yang normal. Adapun pemecahan masalah yang dilakukan dapat melalui tahap-tahap berikut.
1) Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan.
2) Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan.
3) Penggunaan berbagai sumber.
4) Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan.
5) Analisis data dan,
6) Penyimpulan hasil investigasi.

J.    PEMBELAJARAN Remedial
Bagi Peserta Didik yang belum mencapai KKM dapat diberi remedial yaitu mempelajari kembali materi yang belum dikuasai dengan bimbingan guru. Setelah  melakukan  langkah-langkah  pra-remedial,  di  antaranya  analisis hasil diagnosis, menemukan penyebab kesulitan belajar dan topik-topik yang belum dikuasai, guru dapat melakukan program remedial berdasarkan pada rencana kegiatan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan remedial dilakukan dengan  berbagai  cara.  Seperti  memberikan  tambahan  penjelasan  atau contoh terutama berkaitan dengan topik-topik yang belum dikuasai serta menggunakan berbagai media dan strategi. Misal banyak melakukan praktik atau demonstrasi, tutor sebaya, dan diskusi kelompok. Bimbingan dari guru ke Peserta Didik secara personal juga diperlukan untuk mendukung semangat belajar. Pelaksanaan remedial bersamaan dengan pengayaan pada waktu TM kelima dan keenam.


Mengetahui
Kepala Sekolah,



( ___________________ )
NIP/NIK .............................

......, ........................ 20 .....
Guru Mata Pelajaran



( ___________________ )
NIP/NIK .............................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar