RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Satuan Pendidikan : ......................................................
Kelas / Semester :
VII / 1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pokok : Objek IPA dan Pengukuran
Sub Materi Pokok : Objek Ilmu Pengetahuan Alam
- Penyelidikan
IPA
- Pengukuran
sebagai Bagian dari Pengamatan
Alokasi Waktu : .......... x 40 Menit
a. Kompetensi Inti (KI)
KI-3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar (KD) &
INDIKATOR
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
|
3.1. Menerapkan
konsep pengukuran berbagai besaran yang ada pada diri sendiri, makhluk hidup
lain, dan benda-benda di sekitar, serta pentingnya penggunaan satuan standar
(baku) dalam pengukuran.
|
3.1.1. Menjelaskan
3 keterampilan proses penyelidikan IPA
3.1.2. Menjelaskan
kegunaan mempelajari IPA
3.1.3. Menyebutkan
objek yang dipelajari dalam IPA
3.1.4. Menjelaskan
pengertian pengukuran
3.1.5. Menyebutkan
hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
3.1.6. Membandingkan
satuan baku dan tidak baku
3.1.7. Memahami
kegunaan satuan baku dalam pengukuran
3.1.8. Mengkonversi
satuan dalam SI (Sistem Internasional)
3.1.9. Menjelaskan
pengertian besaran pokok
3.1.10. Menyebutkan
macam-macam besaran pokok beserta satuannya
3.1.11. Menjelaskan
pengertian besaran turunan
3.1.12. Menyebutkan
macam-macam besaran turunan beserta satuannya
|
|
4.1. Menyajikan
data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri sendiri, makhluk
hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan satuan tak baku dan
satuan baku.
|
4.1.1. Menyajikan
hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil
4.1.2. Melakukan
pengukuran dengan satuan tidak baku
4.1.3. Melakukan
pengukuran besaran- besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang
sering dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari
4.1.4. Melakukan
pengukuran besaran- besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses/metode ilmiah
penyelidikan IPA (pengamatan, inferensi, dan komunikasi) berdasarkan kegiatan-kegiatan
yang telah dilakukan.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan kegunaan mempelajari IPA.
·
Peserta
Didik dapat menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan pengertian pengukuran.
·
Peserta
Didik dapat menyebutkan hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur
(bukan besaran).
·
Peserta
Didik dapat membandingkan satuan baku dan tidak baku.
·
Peserta
Didik dapat memahami kegunaan satuan baku dalam pengukuran.
·
Peserta
Didik dapat mengkonversi satuan dalam SI (Sistem Internasional).
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan pengertian besaran pokok.
·
Peserta
Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran pokok beserta satuannya.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan pengertian besaran turunan.
·
Peserta
Didik dapat menyebutkan macam-macam besaran turunan beserta satuannya.
·
Peserta
Didik dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi,dan mengomunikasikan hasil
melalui kegiatan “Mengamati Temanmu” dan “Kerja dalam IPA”.
·
Peserta
Didik melakukan pengukuran dengan satuan tidak baku.
·
Peserta
Didik melakukan pengukuran besaran-besaran panjang, massa, waktu dengan alat
ukur yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
·
Peserta
Didik dapat melakukan pengukuran besaran-besaran turunan sederhana yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
D. PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan dan model pembelajaran
yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah:
· Metode : Saintifik (Scientific)
· Model : Discovery
Learning, Problem Based Learning
E. Media, Alat dan Sumber Belajar
1. Media /
Alat Pembelajaran
-
Komputer, LCD, Lingkungan
2. Sumber
Belajar
-
Buku Guru dan Buku Siswa ’Ilmu Pengetahuan Alam’, Cetakan Ke-3,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
-
Buku referensi lain yang
relevan
-
Internet
F. Materi PEMBELAJARAN
Pembelajaran dan
penilaian topik Objek
IPA dan Pengamatannya memerlukan waktu 15 jam
pelajaran atau 6 TM (Tatap Muka) dengan asumsi 6 JP/minggu diorganisasikan
menjadi dua kali TM, yakni masing-masing 3 dan 2 JP. Pengorganisasian 6 TM
tersebut adalah sebagai berikut.
|
TM Ke-
|
Materi
|
JP
|
|
1.
|
Penyelidikan
IPA
- Metode Ilmiah dalam Penyelidikan IPA
- Kegunaan Mempelajari IPA
- Objek yang Dipelajari dalam IPA
|
3
|
|
2.
|
Pengukuran
- Pengertian Pengukuran
- Besaran dan Bukan Besaran
- Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku
|
2
|
|
3.
|
- Pengukuran dengan Satuan Tidak Baku
- Kegunaan Satuan Baku dalam Pengukuran
- Konversi Satuan dalam SI
|
3
|
|
4.
|
Besaran
Pokok
- Pengertian Besaran Pokok
- Macam-Macam Besaran Pokok Beserta
Satuannya
- Pengukuran Besaran Pokok dengan Alat
Ukur
|
2
|
|
5.
|
Besaran
Turunan
- Pengertian Besaran Turunan
- Macam-Macam Besaran Turunan Beserta
Satuannya
- Pengukuran Besaran Turunan
|
3
|
|
6.
|
Ulangan
Harian
|
1
|
|
7.
|
Pengayaan
dan Remedial
|
1
|
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan KE-1 (3 JP)
Penyelidikan IPA
a. Materi untuk Guru
Metode Ilmiah dalam Penyelidikan IPA, meliputi
pengamatan, menginferensi, dan mengomunikasikan. Pengamatan untuk mengumpulkan
data dan informasi dengan pancaindra dan/atau alat ukur yang sesuai. Kegiatan inferensi meliputi
merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan, untuk menemukan pola, hubungan,
serta membuat prediksi. Hasil dan temuan dikomunikasikan kepada teman sejawat,
baik lisan maupun tulisan dalam bentuk tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan.
Kegunaan mempelajari IPA di antaranya adalah
memahami berbagai hal di sekitar kita, menyelesaikan masalah, berpikir logis
dan kritis, serta meningkatkan kualitas hidup. Adapun objek IPA adalah seluruh
benda yang ada di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola
keteraturannya.
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
1.
|
Untuk
memotivasi peserta didik, dapat ditampilkan berbagai macam objek IPA, seperti
kekayaan alam berupa keaneragaman flora dan fauna serta berbagai produk IPA,
seperti jagung hibrida, rekayasa genetika, komputer, HP, dan berbagai hasil
dari kecanggihan teknologi yang dapat disajikan melalui video singkat.
|
|
2.
|
·
Perwakilan dari Peserta Didik diminta maju ke depan kelas dan
melakukan pengamatan terhadap ciri-ciri yang tampak seperti tinggi badan,
warna rambut, warna kulit sesuai kegiatan “Mengamati Temanmu” pada buku siswa
kemudian menginterpretasikan dan mengomunikasikannya.
·
Di sini guru membimbing Peserta Didik serta mengingatkan Peserta
Didik untuk menghindari tafsiran yang dapat mempengaruhi hasil pengamatan.
Misalnya
adalah sebagai berikut.
Pengamatan : Andi
berambut hitam ikal, berkulit putih, hidung mancung, bibir tipis.
Penafsiran : Andi
sombong dan tidak berhati lembut.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Peserta
Didik diminta melakukan kegiatan kedua, yaitu “Kerja dalam IPA”. Kegiatan
tersebut dilakukan untuk melatih Peserta Didik dalam membuat prediksi dan
menguji prediksi.
|
|
2.
|
Guru
menjelaskan langkah-langkah metode
ilmiah yang harus digunakan pada setiap penyelidikan IPA, yaitu pengamatan,
membuat inferensi, dan mengomunikasikan.
|
|
3.
|
Bersama
Peserta Didik, guru menyebutkan berbagai objek IPA serta kegunaan mempelajari
IPA dalam kehidupan.
|
|
4.
|
Guru
menjelaskan lebih lanjut tentang berbagai contoh peneliti IPA yang menggunakan
langkah-langkah penyelidikan IPA atau
metode ilmiah, sehingga menemukan suatu ide atau penemuan baru yang berguna
bagi kehidupan manusia.
|
|
Penutup
|
|
|
1.
|
Guru
melakukan review bersama Peserta Didik berkaitan dengan materi yang
diajarkan. Pada kesempatan ini dapat dilakukan kegiatan tanya jawab.
|
|
2.
|
Guru
menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan kelompok Penyelidikan IPA
yang berkaitan dengan masalah di sekitar mereka. Selanjutnya, guru menugaskan
pada Peserta Didik langkah-langkah apa
yang harus diperhatikan dalam penyelidikan IPA.
|
Pertemuan KE-2 & 3 (2 JP dan 3 JP)
Pengukuran
a. Materi untuk Guru
Pengukuran merupakan bagian dari pengamatan.
Pengukuran merupakan proses membandingkan
besaran dengan besaran
lain yang sejenis sebagai satuan. Segala sesuatu yang dapat diukur
adalah besaran, seperti massa, suhu, dan tinggi badan. Adapun hal yang tidak
dapat diukur adalah bukan besaran. Contoh kasih sayang orangtua terhadap anak.
Hasil pengukuran berupa nilai (angka) dan satuan.
Satuan adalah sesuatu yang digunakan sebagai pembanding dalam pengukuran.
Satuan terdiri atas satuan yang tidak terstandar (tidak baku), dan satuan baku.
Satuan tidak baku misalnya jengkal (dari jarak ujung ibu jari sampai dengan
jari kelingking), dan depa (jarak ujung telunjuk tangan kiri sampai dengan
telunjuk tangan kanan ketika tangan direntangkan ke samping kiri dan kanan).
Contoh satuan baku (standar), dalam Sistem Internasional, misalnya meter,
sekon, yang menggunakan kelipatan 10 (metrik).
Pemakaian satuan dalam penyelesaian suatu
persoalan terkadang menjadi masalah. Hal
ini dikarenakan perbedaan satuan yang digunakan untuk menafsirkan suatu
besaran. Untuk mengatasi hal tersebut, guru dan Peserta Didik
memerlukan suatu tahapan konversi untuk mengubah suatu satuan ke satuan lain.
Di dalam pengkonversian suatu
satuan, diperlukan suatu
faktor konversi yang
terdiri atas bilangan dan penyebut yang masing-masing memiliki satuan
yang berbeda, tetapi memiliki besar
yang sama. Dengan demikian,
faktor konversi ini bernilai satu.
Contoh:
Ubahlah satuannya, dari 45 yard ke dalam satuan meter.
1 yard = 0,9144 meter
= (45 yard ) x 0,9144 meter/1 yard
= 41,1 meter
Tabel 1.1 Faktor
Konversi Besaran Panjang, Massa, dan Waktu
|
Panjang
|
Waktu
|
Massa
|
|
1 in = 2,54 cm
1 yd = 0,9144 m
1 km = 103m
1Å = 10-10 m
|
1 slug = 14,59 kg
1 amu = 1,66 x 10-27 kg
1 ton = 1000 kg
1
g = 10-3 kg
|
1 jam
= 3600 s
1
hari = 86200 s
1
tahun = 3,16 x 107 s
|
Sumber : www.file.upi.edu
Dalam melakukan
pengukuran, seringkali akan berhadapan dengan bilangan yang sangat besar
(misalnya, radius rata-rata
Matahari =
696.000.000 m) atau bilangan yang sangat
kecil (misalnya, radius atom
hidrogen = 0,000 000 000 053 m),
sehingga kita mengalami kesulitan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut disusunlah bilangan secara ilmiah yang
disebut notasi ilmiah.
Dalam
notasi ilmiah dapat dituliskan
bilangan sebagai hasil kali bilangan a (
1 < a < 10) dengan bilangan 10 berpangkat yang disebut orde.
Contoh: 140.000 = 1,4 x 105 dan 0,0037 = 3,7 x 10-3
Tabel 1.2 Awalan dan
Simbol Bilangan 10 Berpangkat
|
Panjang
|
10 Berpangkat
|
Awalan
|
Simbol
|
|
0,000
000 000 001
0,000
000 001
0,000
001
0,001
0,01
0,1
1
10
100
1000
1000
000
1000
000 000
1000
000 000 000
|
10-12
10-9
10-6
10-3
10-2
10-1
100
101
102
103
106
109
1012
|
Piko
Nano
Mikro
Mili
Senti
Desi
-
Deka
Hekto
Kilo
Mega
Giga
Tera
|
p
n
μ
mm
c
d
-
da
h
k
M
G
T
|
Sumber : www.file.upi.edu
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Peserta
Didik diminta melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” pada buku siswa, yaitu
mengukur benda-benda di sekitarnya dengan menggunakan satuan tidak baku.
Misal, Peserta Didik mengukur panjang bangku dengan jengkal tangan dan membandingkan hasil pengukurannya
dengan teman lain.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Guru
meminta Peserta Didik melakukan pengukuran ulang terhadap benda tersebut,
namun dengan menggunakan satuan baku, misal meter dengan menggunakan
penggaris. Peserta Didik membandingkan hasil pengukurannya dengan teman lain.
|
|
2.
|
Setelah
melakukan pengukuran dengan satuan baku dan tidak baku, guru menyimpulkan
betapa pentingnya satuan baku dalam pengukuran, yaitu hasil pengukuran yang
diperoleh sama antara Peserta Didik satu dengan yang lainnya.
|
|
3.
|
Guru menjelaskan pengertian dari mengukur, besaran, dan
satuan. Guru membandingkan contoh benda atau hal lain yang dapat diukur
(besaran) dan hal-hal yang tidak dapat diukur (bukan besaran). Besaran yang
dapat diukur seperti panjang meja, dan jarak loncatan. Besaran yang tidak
dapat diukur yakni kasih sayang orangtua kepada anaknya.
|
|
4.
|
Guru
meminta Peserta Didik menyebutkan contoh benda yang ada di sekitar kita
disertai dengan hal-hal pada benda tersebut yang dapat diukur dan tidak dapat
diukur.
|
|
5.
|
Guru
menjelaskan lebih lanjut terkait satuan baku dalam Sistem Internasional
kemudian Peserta Didik mencoba mengonversi satuan baku dalam SI dari kegiatan
“Bandingkanlah” pada besaran dan satuan mikroorganisme dan benda langit.
|
|
Penutup
|
|
|
1.
|
Guru
melakukan review bersama Peserta Didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di
buku siswa pada “Ayo Kita Amati”.
|
|
2.
|
Guru
menugaskan Peserta Didik untuk melakukan kegiatan “Ayo Kita
Lakukan”
untuk tugas kelompok dan “Penerapan” untuk tugas individu.
|
Pertemuan KE-4 (2 JP)
Besaran Pokok
a. Materi untuk Guru
Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya
telah ditetapkan terlebih dahulu dan
tidak bergantung pada
satuan-satuan besaran lain. Dalam Sistem Internasional, ada 7 besaran pokok,
yaitu sebagai berikut.
Tabel 1.3
Besaran Pokok dalam Sistem Internasional (SI)
|
Besaran
|
Lambang
|
Satuan
|
Lambang Satuan
|
|
Panjang
Massa
Waktu
Kuat arus listrik
Suhu
Jumlah
zat
Intensitas cahaya
|
L
M
T
I
T
N
I
|
Meter
Kilogram
Sekon
Ampere
Kelvin
Mol
Candela
|
m
kg
s
A
K
mol
cd
|
Sumber : www.file.upi.edu
Berikut
ini akan diuraikan
definisi satuan standar
untuk 3 besaran pokok, yaitu meter
untuk besaran panjang, kilogram untuk besaran massa, dan sekon untuk
besaran waktu.
1) Meter Standar
Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya
dalam selang waktu 1 sekon. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang
adalah meteran, penggaris, jangka sorong, mikrometer sekrup.
2) Kegiatan Pembelajaran
Satu kilogram adalah massa silinder campuran Platina-Iridium
yang disimpan di International Bureau of Weight and Measuresdi kota Sevres
dekat Paris, Perancis. Massa standar satu kilogram dipilih
sedemikian rupa sehingga sama dengan massa 1 liter air murni pada suhu 4° C.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda padat adalah neraca dua
lengan atau neraca tiga lengan.
3) Sekon Standar
Satuan waktu standar ditetapkan berdasarkan jam
atom Cesium. Satu sekon didefinisikan
sebagai waktu yang
diperlukan oleh atom Cesium-133
(Cs-133) untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Alat ukur yang digunakan
untuk menghitung waktu adalah stopwatch dan jam tangan.
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Untuk
memotivasi Peserta Didik, guru mendiskusikan hasil kegiatan kelompok
pertemuan kemarin yaitu “Mengamati Penggunaan Alat Ukur”. Guru mengajak
Peserta Didik untuk menyimpulkan bahwa alat ukur yang diidentifikasi Peserta
Didik sebagian besar mengukur
besaran
panjang, massa, dan waktu yang merupakan
besaran pokok.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Guru
melakukan kegiatan “Ayo Kita Lakukan” untuk menaksir dan mengukur panjang
benda.
Misal,
guru meminta semua Peserta Didik menaksir panjang meja guru, kemudian
perwakilan Peserta Didik diminta mengukur dengan menggunakan mistar.
Penggunaan mistar untuk pengukuran panjang haruslah benar. Setelah itu, guru
membandingkan hasil taksiran
Peserta
Didik satu dengan lainnya yang mendekati
hasil pengukuran.
|
|
2.
|
Guru menjelaskan besaran panjang lebih lanjut beserta
satuan yang digunakan dalam SI serta penggunaan alat ukur lain. Seperti
jangka sorong dan mikrometer sekrup. Di sini guru dapat pula memodelkan
penggunaan dan cara pembacaan jangka sorong dan mikrometer sekrup.
|
|
3.
|
Guru
menjelaskan besaran massa beserta satuan dasar (kg) serta penggunaan alat
ukur neraca lengan untuk menimbang massa benda serta neraca pegas untuk
menimbang beban. Setelah dimodelkan oleh guru, Peserta Didik mencoba sesuai
kegiatan “Ayo Kita Lakukan” secara berkelompok.
|
|
4.
|
Peserta
Didik diminta mendiskusikan “Tantangan” dengan teman sekelompoknya, kemudian
guru mengklarifikasikan.
|
|
5.
|
Guru
melanjutkan penjelasan tentang besaran
waktu, satuan dasar serta alat ukur stopwatch yang digunakan.
|
|
Penutup
|
|
|
|
Guru
melakukan review bersama Peserta Didik dengan menjawab beberapa pertanyaan di
buku siswa pada “Ayo Kita Latihan”
|
Pertemuan KE-5 (3 JP)
Besaran Turunan
a. Materi untuk Guru
Besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan
dari satu atau lebih besaran pokok, seperti luas, volume, konsentrasi, dan
laju. Luas diturunkan dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Volume
diturunkan dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Konsentrasi larutan diturunkan dari satu besaran mol dan
tiga besaran panjang. Laju diturunkan dari satu besaran panjang dan satu
besaran waktu. Tidak hanya dalam bidang fisika, besaran turunan dapat ditemukan
pada masalah kimia, seperti konsentrasi gula. Begitu pula dengan masalah
biologi, seperti laju pertumbuhan tanaman, laju respirasi (penggunaan oksigen),
dan lain-lain. Masing-masing besaran turunan dapat dilihat pada Tabel 1.4
berikut.
Tabel 1.4 Contoh-Contoh Besaran Turunan
|
Besaran
|
Lambang
|
Satuan
|
Lambang Satuan
|
|
Luas
Volume Kecepatan Percepatan
Konsentrasi
|
A V v a
M
|
Meter persegi Meter
kubik Meter per sekon
Meter per sekon
kuadrat
Molaritas
|
m2 m3 m/s m/s2
m=mol/m3
|
Sumber : www.file.upi.edu
Dari tabel 1.4 di atas, dapat diketahui bahwa
besaran turunan merupakan besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok.
Jika dijabarkan adalah sebagai berikut.
1) Luas = Panjang x panjang = panjang x lebar
2) Volume
= Panjang x panjang x panjang = panjang x lebar x tinggi
3) Kecepatan
= Panjang : waktu
4) Percepatan = (Panjang : waktu) : waktu =
Kecepatan : waktu
5) Konsentrasi = mol : (panjang x panjang x
panjang) = mol : volume
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Untuk
menarik perhatian Peserta Didik, guru menunjukkan selembar kertas, kemudian menanyakan kepada Peserta Didik bagaimana cara
mengukur luasnya. Guru menunjukkan
kembali video motor balap dan menanyakan bagaimana cara mengukur kelajuannya. Guru
membawa Peserta Didik masuk ke dalam topik bahasan besaran turunan yang berasal dari besaran
pokok.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Guru
menjelaskan cara mengukur luas benda yang teratur, yaitu pengalian panjang
dan lebar, kemudian menunjukkan bahwa
besaran panjang dan lebar merupakan
besaran pokok yang
memiliki satuan meter dan meter. Jadi, satuan luas
benda adalah m2. Di sini, guru menekankan konsep bahwa besaran turunan
berasal dari besaran pokok di mana hal ini mempengaruhi satuan yang
digunakan.
|
|
2.
|
Guru
menunjukkan sehelai daun, kemudian
meminta Peserta Didik melakukan kegiatan pengukuran luas benda yang tidak
teratur tersebut pada kegiatan “Ayo Kita Lakukan”.
|
|
3.
|
Guru
menjelaskan besaran turunan volume yang diperoleh dari besaran pokok panjang,
lebar, dan tinggi serta asal-usul satuan yang digunakan. Guru membandingkan
pengukuran dan satuan volume benda padat dan benda cair.
|
|
4.
|
Guru
meminta Peserta Didik menyelesaikan masalah kehidupan sehari- hari pada kegiatan “Ayo Kita
Lakukan” untuk menentukan cara termurah membeli minuman.
|
|
5.
|
Guru
memberikan contoh sederhana berkaitan dengan konsentrasi larutan, seperti
penambahan gula sesuai selera pada minuman yang kita buat. Di sini, guru
membawa Peserta Didik menemukan persamaan penentuan konsentrasi larutan yang
berasal dari besaran pokok (massa zat terlarut dibagi volume pelarut).
|
|
6.
|
Guru
menjelaskan cara perhitungan laju pertumbuhan tanaman yang diperoleh dari
besaran pokok (panjang dan waktu) serta satuan yang digunakan.
|
|
Penutup
|
|
|
|
Guru
bersama Peserta Didik melakukan review berkaitan dengan kegiatan “Ayo Kita
Lakukan” pada akhir bab. Review dapat dilakukan dengan kuis singkat atau
tanya jawab.
|
Pertemuan KE- 6 Ulangan
Harian (1 JP)
Pertemuan KE- 7
Pengayaan dan Remedial (1 JP)
H. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1. Jenis /teknik penilaian adalah tes tulis,
penugasan, pengamatan sikap, penilaian diri, penilaian antarteman, serta unjuk
kerja dan produk.
2. Bentuk instrumen adalah lembar tes tertulis
berbentuk esai yang tertera pada buku siswa dan lembar pengamatan untuk sikap
dan keterampilan seperti tertera pada buku guru bagian penilaian.
|
No
|
KD
|
Indikator
Esensial
|
Teknik
|
|
1.
|
KD
pada KI 1
|
|
Observasi
perilaku/ penilaian diri/ penilaian
antar
teman.
|
|
2.
|
KD
pada KI 2
|
|
Observasi
perilaku/ penilaian diri/ penilaian
antarteman.
|
|
3.
|
KD
Pada KI 3
|
Menjelaskan
3 keterampilan proses penyelidikan IPA.
|
Tes
tulis, penugasan.
|
|
Menjelaskan
kegunaan mempelajari IPA.
|
|||
|
Menyebutkan
objek yang dipelajari dalam IPA.
|
|||
|
Menjelaskan
pengertian pengukuran.
|
|||
|
Menyebutkan
hal yang dapat diukur (besaran) dan tidak dapat diukur (bukan besaran).
|
|||
|
Membandingkan
satuan baku dan tidak baku.
|
|||
|
Memahami
kegunaan satuan baku dalam pengukuran.
|
|||
|
Mengkonversi
satuan dalam SI.
|
|||
|
Menjelaskan
pengertian besaran pokok.
|
|||
|
Menyebutkan
macam-macam besaran pokok beserta satuannya.
|
|||
|
Menjelaskan
pengertian besaran turunan.
|
|||
|
Menyebutkan
macam-macam besaran turunan beserta satuannya.
|
|||
|
4
|
KD
pada KI 4
|
Menyajikan
hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil.
|
Penilaian
Produk
|
|
|
|
Melakukan
pengukuran dengan satuan tidak baku.
|
Penilaian
Unjuk
Kerja
|
|
|
|
Melakukan
pengukuran besaran panjang, massa, waktu dengan alat ukur yang sering
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
|
Penilaian
Unjuk
Kerja
|
|
|
|
Melakukan
pengukuran besaran turunan sederhana yang sering dijumpai dalam
kehidupan sehari- hari.
|
Penilaian
Unjuk
Kerja
|
I. PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Pada akhir bab Peserta Didik
diberi tes. Hasil tes dianalisis untuk mengetahui ketercapaian KKM, serta
mengidentifikasi indikator-indikator mana yang belum dicapai Peserta Didik atau
materi-materi yang belum dikuasai oleh Peserta
Didik. Bagi Peserta
Didik yang sudah
memenuhi KKM namun masih belum memasuki bab berikutnya, maka diberi
program pengayaan, misalnya melalui program pemberian tugas yang lebih
menantang (challenge). Pengayaan pada materi ini dapat berupa kegiatan
eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada Peserta
Didik. Sajian yang dimaksud
berupa materi-materi yang
“melebihi” materi, yang secara
reguler tidak tercakup dalam kurikulum. Atau dapat berupa keterampilan proses
yang diperlukan oleh Peserta Didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan
investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri atau
pemecahan masalah. Materi ini diberikan kepada Peserta Didik yang memiliki
kemampuan belajar lebih tinggi berupa pemecahan masalah nyata dengan menggunakan
pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/penelitian ilmiah.
Dalam materi ini, Peserta
Didik dapat diberikan tugas projek yang mengorientasikan kepada masalah,
seperti Tugas Projek (bagian akhir Uji Kompetensi Bab I Buku siswa). Pilihlah suatu
benda di sekitarmu sebagai objek pengamatan. Kemudian, amati benda tersebut
dengan perkiraan indramu. Lakukan pengukuran sebanyak-banyaknya terhadap benda
tersebut agar dapat kamu deskripsikan secara rinci. Buat laporan tertulis
tentang deskripsi objek tersebut. Lakukan analisis, adakah besaran pada benda
itu yang belum dapat diamati atau diukur. Kemukakan ide kamu, bagaimana cara
mengamati atau mengukurnya.
Secara berkelompok, Peserta
Didik melakukan tugas projek sampai menyajikan hasil laporannya (tugas ini
dapat diselesaikan dalam waktu 3
JP di kelas). Guru
membimbing kapan tugas selesai serta bagaimana bentuk umum laporannya. Guru
memberi kesempatan kelompok Peserta Didik untuk menyajikan
(menunjukkan/memamerkan) hasilnya kepada kelompok lain. Kemudian, guru
melakukan refleksi terhadap cara pemecahan masalah yang dilakukan Peserta
Didik. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan
kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus
dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari Peserta Didik yang normal. Adapun
pemecahan masalah yang dilakukan dapat melalui tahap-tahap berikut.
1)
Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan.
2)
Penentuan fokus masalah/problem yang akan dipecahkan.
3)
Penggunaan berbagai sumber.
4)
Pengumpulan data menggunakan teknik yang relevan.
5)
Analisis data dan,
6)
Penyimpulan hasil investigasi.
J. PEMBELAJARAN Remedial
Bagi Peserta Didik yang
belum mencapai KKM dapat diberi remedial yaitu mempelajari kembali materi yang
belum dikuasai dengan bimbingan guru. Setelah
melakukan langkah-langkah pra-remedial,
di antaranya analisis hasil diagnosis, menemukan penyebab
kesulitan belajar dan topik-topik yang belum dikuasai, guru dapat melakukan
program remedial berdasarkan pada rencana kegiatan yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan remedial dilakukan dengan
berbagai cara. Seperti
memberikan tambahan penjelasan
atau contoh terutama berkaitan dengan topik-topik yang belum dikuasai
serta menggunakan berbagai media dan strategi. Misal banyak melakukan praktik
atau demonstrasi, tutor sebaya, dan diskusi kelompok. Bimbingan dari guru ke Peserta Didik secara personal juga diperlukan untuk
mendukung semangat belajar. Pelaksanaan remedial bersamaan dengan pengayaan
pada waktu TM kelima dan keenam.
|
Mengetahui
Kepala Sekolah,
( ___________________ )
NIP/NIK .............................
|
|
......, ........................ 20 .....
Guru Mata Pelajaran
( ___________________ )
NIP/NIK .............................
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar