RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( R P P )
Satuan Pendidikan : ......................................................
Kelas / Semester :
VII / 1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
Materi Pokok : Klasifikasi Makhluk Hidup
Sub Materi Pokok : - Ciri-ciri
Benda di Lingkungan Sekitar
- Cara
Mengklasifikasikan Makhluk Hidup
- Pengklasifikasian
Makhluk Hidup
Alokasi Waktu : 15 JP (6 Pertemuan)
a. Kompetensi Inti (KI)
KI-3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar (KD) &
INDIKATOR
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
|
3.2. Mengklasifikasikan
makhluk hidup dan benda berdasarkan
karakteristik yang diamati.
|
3.1.1. Menyajikan
hasil pengamatan, mengidentifikasi, dan mengomunikasikan hasil observasinya.
3.1.2. Menjelaskan
benda- benda di sekitar yang bersifat alamiah.
3.1.3. Menjelaskan
benda- benda di sekitar yang bersifat buatan manusia.
3.1.4. Menjelaskan
benda- benda yang bersifat kompleks dan bersifat sederhana.
3.1.5. Menjelaskan
kegunaan dari berbagai jenis benda di sekitar.
3.1.6. Melakukan
pengamatan terhadap makhluk hidup dan benda tak hidup.
3.1.7. Menjelaskan
ciri-ciri makhluk hidup.
3.1.8. Menjelaskan
perbedaan makhluk hidup dengan benda tak hidup.
3.1.9. Melakukan
pengamatan terhadap berbagai makhluk hidup di sekitarnya.
3.1.10 Menjelaskan
ciri-ciri mahkluk hidup di sekitarnya.
3.1.11 Mengelompokkan
makhluk hidup berdasarkan prinsip
klasifikasi.
|
|
4.2. Membuat
skema siklus hidup beberapa jenis mahluk hidup yang ada di lingkungan
sekitarnya, dan slogan upaya pelestariannya
|
4.2.1 Mengumpulkan
informasi mengenai klasifikasi mahluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang
diidentifikasi, misalnya kelompok monera, protista, fungi, plantae, dan
animalia
4.2.2 Menyajikan
laporan hasil mengklasifikasi makhluk hidup.
|
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
·
Peserta
Didik dapat menyajikan hasil pengamatan, mengidentifikasi, dan mengomunikasikan
hasil observasinya.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan benda- benda di sekitar yang bersifat alamiah.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan benda- benda di sekitar yang bersifat buatan manusia.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan benda- benda yang bersifat kompleks dan bersifat
sederhana
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan kegunaan dari berbagai jenis benda di sekitar.
·
Peserta
Didik dapat melakukan pengamatan terhadap makhluk hidup dan benda tak hidup.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan perbedaan makhluk hidup dengan benda tak hidup.
·
Peserta
Didik dapat melakukan pengamatan terhadap berbagai makhluk hidup di sekitarnya.
·
Peserta
Didik dapat menjelaskan ciri- ciri mahkluk hidup di sekitarnya.
·
Peserta
Didik dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi.
D. PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan dan model pembelajaran
yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah:
· Metode : Saintifik (Scientific)
· Model : Discovery
Learning, Problem Based Learning
E. Media, Alat dan Sumber Belajar
1. Media /
Alat Pembelajaran
-
Komputer, LCD, Lingkungan
2. Sumber
Belajar
-
Buku Guru dan Buku Siswa ’Ilmu Pengetahuan Alam’, Cetakan Ke-3,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.
-
Buku referensi lain yang
relevan
-
Internet
F. Materi PEMBELAJARAN
Pembelajaran dan penilaian topik
Klasifikasi Makhluk Hidup memerlukan waktu 15 jam pelajaran atau 5 tatap muka
(TM). Asumsinya 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi tiga kali tatap muka
(TM), yakni 3 JP dan dua tatap muka
(TM), masing-masing 2 JP. Pengorganisasian 5 tatap muka (TM) tersebut adalah
sebagai berikut.
|
TM Ke-
|
Materi
|
JP
|
|
1
|
Mengidentifikasi benda-benda di sekitar
|
2
|
|
2
|
Membedakan makhluk hidup dan tak hidup
|
3
|
|
3
|
Mengelompokkan
makhluk hidup berdasarkan prinsip
klasifikasi
|
5
|
|
4
|
Tes
Harian
|
1
|
|
5
|
Kerja
Projek
|
1
|
|
6
|
Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
|
2
|
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan KE- 1 (2 JP)
Mengidentifikasi
Benda-Benda Di Sekitar
a. Materi untuk Guru
Pertemuan I dimaksudkan untuk memberikan
pemahaman kepada Peserta Didik tentang ciri-ciri benda di sekitar. Kegiatan
pengamatan terhadap produk benda-benda
di sekitar yang
sering dijumpai dalam kehidupan
sehari-hari sebagai salah satu bagian IPA akan menumbuhkan rasa ingin tahu,
teliti, dan cermat, serta kekaguman terhadap ciptaan Tuhan yang maha kuasa.
Artinya, sejak awal Peserta Didik dikenalkan kepada kebesaran Sang Pencipta dan
penghargaan terhadap kreativitas hasil kerja keras manusia.
Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali
benda yang bersifat alamiah. Seperti batu, pasir, logam, dan udara. Benda-benda
di sekitar. selain bersifat alamiah, juga bersifat buatan atau hasil kerja
manusia, seperti pensil, baju, bahan makanan, ban mobil, kaca, sepeda, motor,
dan mobil. Benda-benda hasil buatan manusia bahan dasarnya berasal dari bahan
alam. Seperti wajan untuk memasak terbuat dari tembaga yang merupakan bahan
alam, pensil terbuat dari bahan karbon,
dan sebagainya. Benda-benda tersebut
ada yang bersifat sederhana dan ada pula yang bersifat kompleks.
Misalnya sebuah mobil bersifat kompleks karena
terdiri atas berbagai bahan, antara lain besi, alumunium,
karet, kaca, kulit sintetis, dan beberapa bahan lainnya.
Setiap jenis benda mempunyai sifat atau ciri yang
membedakannya dari jenis benda lainnya, yaitu bentuk benda, ukuran benda, warna
benda, keadaan permukaan benda, dan bahan penyusun benda. Manusia akan terus
berinovasi untuk terus memproduksi berbagai jenis benda dari bahan alam maupun
buatan untuk keperluan hidup nya.
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Untuk
memperoleh perhatian dan memotivasi Peserta Didik mintalah kepada mereka
untuk mengamati perbedaaan antara anak yang sedang bermain bola dengan sebuah
robot serta berbagai benda di lingkungan sekitar dan menyampaikan hasil
pengamatannya.
|
|
Inti
|
|
|
1
|
Secara
berkelompok, Peserta Didik melakukan kegiatan mengamati perbedaan ikan,
kucing, dan mobil-mobilan.
|
|
2
|
Selanjutnya
kepada Peserta Didik diminta untuk melakukan Kegiatan 2.1 “Bagaimanakah Ciri
Hidup dan Tak Hidup?”.
|
|
3
|
Peserta
Didik mengamati ciri-ciri benda takhidup dan makhluk hidup pada beberapa
contoh benda tak hidup dan makhluk hidup.
|
|
4
|
Kemudian
menuliskan hasil kerjanya (sesuai kreasi Peserta Didik), dan mendiskusikan
hasilnya.
|
|
5
|
Doronglah
Peserta Didik untuk tidak takut salah, dan yang terpenting bahwa prosedur
dilakukan dengan benar dan aman.
|
|
Penutup
|
|
|
|
Guru
melakukan refleksi dan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran kegiatan 2.1
“Bagaimanakah Ciri Hidup dan Tak Hidup?” kemudian berikan penugasan.
|
Pertemuan KE- 2 (3 JP)
Membedakan Makhluk
Hidup dan Tak Hidup
a. Materi untuk Guru
Pertemuan II dimaksudkan agar Peserta Didik mampu
mengidentifikasi perbedaan makhluk hidup dengan benda tak hidup. Manusia,
hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Antara makhluk hidup dengan benda tak hidup
atau benda mati dibedakan dengan adanya gejala kehidupan. Makhluk hidup
menunjukkan adanya ciri-ciri atau gejala-gejala kehidupan, sedangkan (benda
mati) tidak menunjukkan gejala-gejala kehidupan.
Ciri-ciri Makhluk Hidup
Secara
umum, ciri-ciri yang
ditemukan pada makhluk
hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang,
berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, serta
menyesuaikan diri terhadap
lingkungan. Peserta Didik
mengembangkan pengetahuan dan pemahamannya melalui pengamatan dalam berdiskusi.
1) Bernapas
Setiap saat kita bernapas, yaitu menghirup
oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kita dapat merasakan kebutuhan
bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup udara selama beberapa saat. Tentunya kita akan merasakan lemas sebagai tanda
kekurangan oksigen.
2) Memerlukan Makanan dan Minuman
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah
energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi
tersebut, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman.
3) Bergerak
Kita dapat berjalan, berlari, berenang, dan
menggerakkan tangan. Hal ini merupakan ciri bergerak. Tubuhmu kita dapat
melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas
tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.
4) Tumbuh dan Berkembang
Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan berat
badanmu sekarang dengan waktu masih kecil? Hewan juga mengalami hal yang sama.
Kupu-kupu bertelur, telur tersebut menetas menjadi ulat, lalu menjadi
kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya
menjadi kupu-kupu dewasa.
5) Berkembang Biak (Reproduksi)
Sebagai contoh, kita lahir dari ayah dan ibu,
ayah dan ibu kita masing-masing juga mempunyai orang tua yang dipanggil kakek,
nenek dan seterusnya sehingga diperoleh keturunan. Kemampuan makhluk hidup
untuk memperoleh keturunan disebut berkembang biak. Berkembang biak bertujuan
untuk melestarikan keturunannya agar tidak punah.
6) Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)
Bagaimanakah reaksi kita jika tiba- tiba ada
sorot lampu yang sangat terang masuk ke mata? Tentu secara spontan mata akan
segera menutup. Dari contoh di atas menunjukkan bahwa manusia mempunyai
kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsang yang diterima. Kemampuan
menanggapi rangsang disebut iritabilitas.
7) Menyesuaikan
Diri terhadap Lingkungan
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri
dengan lingkungan disebut adaptasi. Contoh: tumbuhan yang hidup di tempat
kering memiliki daun yang sempit dan tebal, sedangkan tumbuhan yang hidup di
tempat lembab memiliki daun lebar dan tipis.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada
tujuh (7) Ciri- ciri makhluk hidup. Ketujuh ciri-ciri tersebut adalah sebagai
berikut.:
a) Bernapas, b) Memerlukan makanan dan minuman,
c) Bergerak, d) Tumbuh dan berkembang, e) Berkembang biak (reproduksi), f) Peka
terhadap rangsang (iritabilitas), serta g) Menyesuaikan diri terhadap
lingkungan.
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Untuk
memperoleh perhatian dan memotivasi Peserta Didik mintalah kepada mereka
untuk melakukan pengamatan gejala-gejala hidup pada manusia, tumbuhan, dan
hewan.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Secara berkelompok, Peserta
Didik berdiskusi untuk menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup
dan membedakannya dengan benda-benda tak hidup pada Kegiatan 2.2 “Apa
ciri-ciri makhluk hidup?” dan Kegiatan 2.3 “Mengklasifikasikan benda”.
|
|
2.
|
Guru
mendiskusikan dan menjelaskan ciri-ciri makhluk hidup dan membedakannya
dengan benda-benda tak hidup.
|
|
3.
|
Guru
menjelaskan besaran massa beserta satuan dasar (kg) serta penggunaan alat
ukur neraca lengan untuk menimbang massa benda serta neraca pegas untuk
menimbang beban. Setelah dimodelkan oleh guru, Peserta Didik mencoba sesuai
kegiatan “Ayo Kita Lakukan” secara berkelompok.
|
|
Penutup
|
|
|
|
Peserta Didik
diminta menyimpulkan ciri-ciri makhluk hidup dan mengklasifikasikannya.
|
Pertemuan KE- 3 (2
x 3 JP)
Mengelompokkan Mahluk
Hidup Berdasarkan Prinsip Klasifikasi
a. Materi untuk Guru
Makhluk hidup di Bumi sangat banyak dan
beranekaragam. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelompokan berdasarkan ciri tertentu
yang dikenal dengan istilah klasifikasi. Sistem klasifikasi mengenalkan adanya
tingkatan kelompok-kelompok makhluk hidup mulai dari kelompok besar, kelompok
kecil, hingga tingkat individu. Tingkatan ini disebut
sebagai takson. Tingkatan takson pertama kali dikenalkan oleh Carolus
Linnaeus dengan tingkatan dari tertinggi ke tingkatan terendah. Tingkatan
tersebut adalah sebagai berikut.

Semakin tinggi tingkatan takson, maka persamaan
ciri yang dimiliki semakin sedikit. Begitupula jumlah anggotanya, semakin rendah tingkatannya, maka
jumlah anggotanya semakin mengerucut.
Berdasarkan sistem klasifikasi yang dikenalkan
oleh R.H. Whittaker, makhluk hidup dibagi menjadi 5 kingdom yaitu sebagi berikut.
1) Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup uniseluler, prokariotik, dan
mikroskopik seperti bakteri dan ganggang hijau biru.
2) Kingdom
Protista, yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik
dan sebagian besar uniseluler, tetapi sudah memiliki ciri seperti
tumbuhan, hewan, atau jamur. Misalnya Euglena.
3) Kingdom Fungi (Jamur) yaitu, kelompok makhluk hidup eukariotik dan tidak
berklorofil. Contoh: jamur tiram.
4) Kingdom Plantae
(tumbuhan) yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik,
multiseluler, berdinding sel yang mengandung selulosa,
berklorofil, dan dapat berfotosintesis, dan autotrof. Contohnya, padi.
5) Kingdom Animalia
yaitu kelompok makhluk hidup eukariotik, multiseluler, tidak berklorofil,
dan heterotrof. Contohnya, gajah.
Setiap kingdom tersebut, kemudian dibagi-bagi
lagi berdasarkan persamaan ciri yang dimilikinya. Untuk membantu mengelompokkan
makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok tertentu
dapat menggunakan dua cara, yaitu dengan kunci dikotom dan kunci
determinasi. Klasifikasi dilakukan dengan mengidentifikasi ciri-ciri setiap makhluk
hidup sebanyak-banyaknya, kemudian mengerucutkannya berdasarkan ciri yang sama.
Makhluk hidup multiseluler umumnya dapat diamati secara langsung dengan indera.
Makhluk hidup uniseluler diamati dengan menggunakan alat bantu berupa
mikroskop, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Pertemuan III dimaksudkan agar Peserta Didik dapat mengamati dan
mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi. Ketika
mengumpulkan sekelompok makhluk hidup berdasarkan sifatnya, maka
langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.
1) Mengamati karakteristik dari makhluk hidup
tersebut.
2) Mencatat persamaan dan perbedaan sifat
masing-masing makhluk hidup.
3) Mengklasifikasikan makhluk hidup yang
memiliki persamaan sifat.
4) Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok
makhluk hidup tersebut.
b. Kegiatan Pembelajaran
|
No
|
Kegiatan
Pembelajaran
|
|
Pendahuluan
|
|
|
|
Untuk
memperoleh perhatian dan memotivasi Peserta Didik diberi penjelasan tentang pasar. Guru dan Peserta Didik
melakukan diskusi interaktif tentang pengalaman Peserta Didik saat belanja di
pasar yang di dalamnya terdapat kelompok-kelompok barang dagangan, seperti kelompok kebutuhan
pokok, kelompok buah-buahan, kelompok alat rumah tangga, dan lain-lain.
|
|
Inti
|
|
|
1.
|
Peseta Didik diminta untuk mengamati beberapa tumbuhan
dan beberapa hewan yang mungkin sering ditemukan di sekitar.
|
|
2.
|
Peserta Didik mengidentifikasi ciri-ciri masing-masing
tumbuhan.
|
|
3.
|
Peserta
Didik mengelompokkan tumbuhan dan hewan tersebut berdasarkan prinsip klasifikasi pada Kegiatan 2.5 “Cara
mengelompokkan tumbuh-tumbuhan” dan Kegiatan 2.6 “Cara mengelompokkan hewan”.
|
|
4.
|
Peserta Didik mempresentasikan hasil kegiatannya di
depan kelas.
|
|
Penutup
|
|
|
|
Guru
bersama Peserta Didik menyimpulkan cara mengelompokkan makhluk hidup
berdasarkan prinsip klasifikasi.
|
Pertemuan KE- 4 Tes
Harian (1 JP)
Pertemuan
KE- 5 Kerja Projek (1 JP)
Pertemuan
KE- 6 Pengayaan dan Remedial (2 JP)
H. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
1. Mengapa
hewan ikan, sapi, katak, ayam, ular dimasukkan ke dalam filum yang sama, tetapi
tingkatan spesiesnya tidak sama?
Jawab
Semua hewan tersebut
memiliki ciri utama, yaitu memiliki tulang belakang, tetapi secara khusus
memiliki perbedaan yang memisahkan mereka. Hewan-hewan tersebut tidak dapat
saling kawin, misalnya ikan tidak dapat kawin dengan ular, dan seterusnya. Hal
ini membedakan mereka sehingga tidak dapat dimasukkan ke dalam satu spesies.
2. Mengapa sungai
yang mengandung siput
air dan cacing
Planaria menunjukkan bahwa sungai tersebut belum mengalami pencemaran? Termasuk kelompok apakah kedua
hewan tersebut?
Jawab
Kedua hewan ini,
merupakan hewan yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi perairan. Bahan
pencemar yang terdapat dalam air akan mematikan hewan-hewan tersebut, sehingga
hewan-hewan ini dijadikan sebagai indikator pencemaran secara biologi
(bioindikator). Siput air termasuk filum Mollusca/hewan lunak, sedangkan
Planaria termasuk filum Phlatyhelminthes atau cacing pipih.
I. PEMBELAJARAN PENGAYAAN
PerhatikanGambar 2.1 di
bawah ini.

Kelapa Gading Mawar Kuning Jagung


Mawar Merah Padi Kelapa Hijau

Kelapa Kopyor Pinang Mawar Ungu

Lontar Kelapa Sawit Aren
Sumber:
www.googleimage.com
Gambar
2.1 Macam-macam Tanaman
Berdasarkan
Gambar 2.8, kelompokkan jenis tamanan tersebut berdasarkan tingkat
kekerabatannya.
Kuncinya
adalah sebagai berikut :
|
No
|
Tingkat
Kekerabatan
|
Nama
Tanaman
|
|
1.
|
Famili
|
Kelapa
Lontar Aren
Pinang
|
|
2.
|
Genus
|
Mawar
Ungu
Mawar
Kuning
Mawar
Merah
|
|
3.
|
Famili
|
Padi
Jagung
|
|
4.
|
Genus
|
Kelapa
Kopyor
Kelapa
Hijau
Kelapa
Gading
|
J. PEMBELAJARAN Remedial
Peserta Didik yang belum mencapai KKM diberi
remedial, yaitu mempelajari kembali materi yang belum dikuasai dengan bimbingan
guru. Setelah melakukan langkah-langkah pra-remedial, di
antaranya analisis hasil
diagnosis, menemukan penyebab kesulitan belajar dan topik-topik yang belum
dikuasai, guru dapat melakukan program remedial berdasarkan pada rencana
kegiatan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan remedial dilakukan dengan berbagai
cara. Seperti memberikan
tambahan penjelasan atau contoh terutama berkaitan dengan
topik-topik yang belum dikuasai serta menggunakan berbagai media dan strategi.
Misal, banyak melakukan praktik atau demonstrasi, tutor sebaya, dan diskusi
kelompok. Bimbingan dari guru ke Peserta Didik secara
personal juga diperlukan untuk mendukung semangat belajar. Pelaksanaan remedial bersamaan dengan pengayaan pada
waktu TM keempat, kelima, maupun keenam.
|
Mengetahui
Kepala Sekolah,
( ___________________ )
NIP/NIK .............................
|
|
......, ........................ 20 .....
Guru Mata Pelajaran
( ___________________ )
NIP/NIK .............................
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar